Pernah nggak, sih ada satu fase malas banget buat nulis di blog, padahal tabungan ide dan draft tulisan sudah banyak.
Saya menyebutnya sebagai titik
jenuh, sebuah kondisi di mana menulis bukan lagi sebuah hobi yang menyenangkan.
Selama kurang lebih tiga bulan saya terjebak dalam labirin kebosanan itu. Setiap akan mulai menulis, saya hanya
menatap layar laptop, layar putih dan kursor yang berkedip.
Bahkan saya sempat menonaktifkan
blog ini selama tiga bulan, selain karena jenuh dengan blog, juga dikarenakan
adanya kesalahan teknis dari provider domain yang saya gunakan.
Bayangkan saja tagihan per tahun
yang biasanya sekitar dua ratus ribuan, mendadak menjadi dua juta.
Ketika saya mencoba konfirmasi ke customer service ternyata terdapat kesalahan di sistem, sayangnya kesalahan itu tidak cepat ditindaklanjuti.
Setelah konfirmasi ketiga kalinya, keluhan yang saya sampaikan baru ada tindak lanjut. Akhirnya saya memutuskan untuk menonaktifkan sementara domain blog tersebut.
Percikan Semangat di Tengah Kejenuhan
Di tengah kejenuhan menulis di
blog pribadi, saya mengalihkan pikiran dengan mencoba hal baru dan mengikuti
kegiatan blogger offline.
Waktu itu sedang ada kegiatan
blogger hangout dengan tema Public Speaking Skill Set Coaching kolaborasi
antara Bloggercrony dan TBI (The British Institute) cabang Cibubur yang dimentori oleh Bapak
Anwar Natari selama tiga kali pertemuan.
Benefit yang saya dapatkan dari
mengikuti kelas Public Speaking tersebut berupa kursus bahasa Inggris selama tiga bulan.
Setelah kegiatan kursus bahasa
Inggris selesai ada tugas akhir berupa membuat artikel resume selama mengikuti
kelas Public Speaking dan juga menulis kesan selama mengikuti kursus bahasa
Inggris di TBI Cibubur.
Tugas artikel tersebut juga
dilombakan dengan hadiah berupa emoney Rp250.000 yang akan diberikan pada saat kelas terakhir kursus bahasa Inggris.
Setelah mengirimkan tugas terakhir rasanya
lega, karena berhasil menyelesaikan tanggung jawab setelah mengikuti kelas Public Speaking dan Kursus Bahasa Inggris.
Hari pengumuman pun tiba, di grup
whatsapp diumumkan bahwa pemenang challenge blog competition adalah saya.
“Hah, masa sih”, begitu ekspresi saya
ketika membaca pemenangnnya adalah saya sendiri. Karena sebagai blogger pemula saya
masih tidak percaya bisa menang challenge tersebut.
Masih banyak peserta yang lebih
senior yang ‘langganan’ menang ketika ada challenge blog competition.
Bagi saya, ini kemenangan pertama kalinya selama menyelami dunia blogger. Ini juga bukan sekadar tentang nominal hadiah.
Jauh dari itu, kemenangan di blog challenge
Bloggercrony x TBI Cibubur ini adalah sebuah validasi instan dari luar diri.
Ini adalah tamparan keras bagi rasa tidak percaya diri dan rasa malas yang sempat menguasai saya.
Kemenangan ini berbisik lirih namun tegas: "Tulisanmu berharga, idemu dinilai, dan kamu masih seorang blogger yang mumpuni."
Energi Baru untuk Terus Berkarya
Pasca-kemenangan itu, gairah menulis
di blog kembali semangat. Saya menjadi lebih bersemangat untuk merancang
konten-konten baru, mempercantik tampilan blog, dan tentu saja, terus
meningkatkan kapasitas diri.
Pengalaman ini mengajarkan saya
satu hal berharga, ketika seorang blogger atau penulis merasa malas, obatnya
bukanlah mengurung diri dalam kesendirian, melainkan mendekatkan diri ke
komunitas.
Ekosistem positif yang dibangun
oleh Bloggercrony, ditambah dengan tantangan edukatif dari mitra seperti TBI Cibubur,
adalah bahan bakar eksternal yang saya butuhkan saat api kreativitas dalam diri
sedang meredup.
Saling Memotivasi
Bagi teman - teman blogger yang
saat ini mungkin sedang kehilangan semangat dan malas menyentuh keyboard,
jangan menyerah dahulu.
Cari komunitasmu, ikuti
tantangannya, dan paksa dirimu untuk bertarung. Siapa tahu, satu tulisan nekat
di sebuah challenge adalah kunci yang akan membuka kembali semangat yang sempat padam. ***

.png)
.png)


Posting Komentar
Posting Komentar